Tuesday, 27 June 2017 10:44:21

Bisnis Tas Troli Belanja: Berwirausaha Sekaligus Menjaga Ekosistem Alam

Advertisement

Bisnis Tas Troli Belanja: Berwirausaha Sekaligus Menjaga Ekosistem Alam - tas troli belanja pakai ulang
Belakangan ini, minat masyarakat pada kantong plastik menurun. Ini berkat kampanye aktif yang dilakukan oleh Pemerintah. Sejak 21 Februari lalu, Pemerintah menetapkan kebijakan mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik.

Akhirnya, tumbuh tren baru di masyarakat sebagai respon kebijakan kantong plastik. Banyak masyarakat berbelanja tanpa kantong plastik. Mereka menggunakan tas belanja yang dibawa dari rumah.

Selain mendukung gaya hidup yang tidak merusak alam, berbelanja menggunakan tas juga menjadi tren fesyen. Tak ayal banyak ibu rumah tangga yang berbelanja dengan tas warna-warni.

Tren Tas Troli Belanja Pakai Berulang

Salah satu tas belanja yang populer di kalangan ibu rumah tangga adalah tas troli belanja. Seperti namanya, tas ini diletakkan di atas troli belanja di supermarket. Tas ini dapat dipakai berulang-ulang.

Pengguna tas troli mendapat fitur yang lebih praktis. Sebab tas troli belanja sangat mudah dibawa karena dapat digulung dengan ringkas. Tas troli juga bisa jadi tas tenteng satuan.

Tren tas troli begitu pesat, karena keragaman warna tas yang cerah dan mencolok. Sangat kental dengan gaya fesyen ibu rumah tangga, yang selalu ingin terlihat modis. Sebelumnya, tas troli sudah lama menjadi tren di luar negeri.

Memulai Usaha Tas Troli Belanja

Modal awal memulai usaha tas troli, sebagaimana penjelasan dari Syntia Kristiani yang dilansir oleh Kontan.co.id, pengusaha cukup menggelontorkan dana sebesar Rp5 jutaan. Dana ini sudah mencakup kapasitas produksi yang mencapai 200 set tas troli.

Satu set tas troli berisikan empat kantong tas warna-warni. Satu set dihargai Rp130.000,00 hingga Rp185.000,00. Tergantung pada kualitas bahan dan modelnya. Dengan begitu, laba yang didapat dalam satu proses produksi adalah Rp21.000.000,00 sampai Rp32.000.000,00. Cukup menggiurkan, bukan?

Advertisement

Bahan baku yang bagus bisa didapat melalui import dari luar negeri. Ada beberapa bahan yang diperlukan dalam membuat tas troli. Sebut saja kayu mahoni/melinjo yang bisa menopang beban barang belanjaan dengan kuat.

Ada lagi bungkus tas yang terbuat dari bahan kain dengan tekstur kaku. Sehingga tas tidak mudah robek dan juga tidak mudah luntur bila terkena air. Tentu, ini dibutuhkan kejelian dalam proses produksi.

Strategi Mengambil Peluang Usaha Tas Troli

Banyak pelaku usaha tas troli mengaku, produksi tas masih terbatas. Padahal, peminat tas troli begitu membeludak. Ini diakui oleh Syntia Kristiani, pemilik Syntia Emwe Bag, yang merasa kewalahan menghadapi permintaan pelanggan.

Begitu pula dengan Vendy Iskandar, pemilik Bags Shop, yang juga mengaku sedang fokus memenuhi permintaan pelanggan yang terus berdatangan. Ini menunjukkan eksistensi tas troli memang sudah mewabah ke masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar.

Mengingat peminatnya yang sangat tinggi, diprediksi bakal ada banyak produsen tas troli di Indonesia. Karena itu, bagi siapa saja yang ingin memulai usaha tas troli belanja, diharapkan untuk bisa berinovasi dalam menciptakan produk.

Selain mendulang omzet melimpah, usaha tas troli ini juga secara langsung mendukung gerakan masyarakat go green. Tidak hanya itu, pengguna juga mendapatkan opsi baru untuk mempercantik modis fesyen yang dikenakan.

Bisnis Tas Troli Belanja: Berwirausaha Sekaligus Menjaga Ekosistem Alam. Category: Usaha Modal Kecil. Tagged with: , , . Terms: bisnis tas troli belanja: berwirausaha sekaligus menjaga ekosistem alam.
error: Content is protected !!